Skip to main content

Posts

I feel lost, a lot. But, there're some people who always remind me to come back and find the right way. I'm not really sure, what they feel about me, every time I asked for their help. Maybe that's the reason, why I've never been brave, to call someone 'best friend' or even a 'friend'. I was and am too afraid to use that call, doubting that they'll never feel the same about me. People out there see me as an extroverted and talkative person, who has a lot of friends. That's true, I have friends, yet the truth is I never really tell them about everything. I know I'm wrong, but I don't want to make them busy with me or fill their head with my problems, because I know that everyone has their own problems. I trust my friends, but I don't know, I just feel just weird to tell them everything that happened in my life. I do have some people that I used to tell everything. But, the situation changed, we walk on a different path and it just disa...

Di Perjalanan

Malam gelap hari itu jatuh tanpa bintang. Di lampu merah Tugu Pancoran, kita terdiam. Di atas motor, dengan lagu tren, bersenandung. Diam-diam menelan masam. Di bundaran jalan kita berputar. Berkali-kali sampai pusing. Seperti obrolan yang selalu berputar. Yang akhirnya membuat kita sendiri dalam bising. Dalam secangkir teh hijau susu aku berpikir. Pikiran ruwet, saat hujan di barat Jakarta Selatan. Aku terjerumus dalam sesat pikir. Menganggap kau jelmaan setan. Aku menorehkan gambar di tulang belikat. Menandakan harapan dan berkat. Kau bilang aku nekat. Dan ternyata kau seorang malaikat.

11 Desember 2021

  Akhirnya tiba pada hari kita tersadar, pada asa kita bergantung. Asa memberikan hidup. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Marah, kecewa, sedih. Pada asa kita menyalahkan. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Tubuh adalah jiwa, jiwa adalah tubuh. Dua mata koin yang tak terpisah. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Hidup hanya sekadar, ada yang hampa di dalam. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Jiwa gerangan, butuh sesuatu. Kita memberi makan tubuh, jiwa? Alpa, lapar. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Bincang sejiwa dalam temaram, membiarkan seruak damai. Tubuh payah, jiwa katarsis. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar, dalam kuasa kita bernapsu. Lupa. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Manusia hanyalah seonggok daging, dengan ego dan asa. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar, tanpa jiwa, kita mati. Berdamai. Yang akan menyatu pada akhirnya. --- Untuk yang masih belum bisa melupakan sesal masa lalu, sematkan maaf dalam diri. Untuk yang masih menyimpan asa, t...

20

Bagiku, tanggal 20-an itu istimewa. Di tanggal 20, aku lahir. Di sekitaran tanggal itu pula kamu melihatku menangis, pertama kalinya. Ada bagian diri yang terpanggil. Di tanggal itu, dalam semangkuk bubur di pagi hari, kau berkisah. Tentang perjalanan, tentang perasaan terpisah. Bagaimana aku bertemu dengan orang-orang baru, indah. Rasanya ingin menambah satu mangkuk bubur yang menghangatkan tubuh. Kamu menyanyikan satu lagu di atas motor. Lagu yang tidak kuketahui, tapi akrab dengan telinga. Di sekitaran tanggal itu kita bernyanyi bersama, dengan sebotol minuman--yang meski tak enak, rasanya tetap membekas di lidah. Di penghujung tanggal 20 kita mengucap perpisahan. Meski tak kurang sebulan setelahnya, kita tetap berjumpa. Menceritakan keresahan hati. Membuatku ingin memeluk, barang menenangkan. Dan siapa sangka, di tanggal 20, jadi saksi terakhir kita juga.

Untuk Jiwa yang Datang dan Bimbang

Awalnya datang ketika matahari meninggi. Membangkitkan diri yang terpendam bertahun-tahun. Membawa kembali jiwa yang berkelana. Bincang sejiwa memecah hujan dan malam. Mata memanas, hati katarsis. Menit, jam, hari terlampau singkat. Masih ada yang membekas dalam diri; kecewa, rampang. Entah. Nyatanya, kita belum usai dengan diri. Hari demi hari akan datang. Berharap semua dapat selesai. Hingga bab baru dapat dimulai. Malam itu hujan turun. Ada bara yang tersisa, ketika perapian hampir padam. Ditiup, semakin menyala. Batang rokok hampir menjadi puntung. Abunya jatuh bersama dengan tangis dan senyum. Pada hisapan terakhir, harapan berbisik; "semoga segera berdamai dan kita bisa kembali menyatu dengan jiwa". --- 27 Oktober 2021, satu hari setelah kita berbincang hangat dan membiarkan sedih mengisi percakapan dan chat sejak malam sebelumnya, membiarkan batang rokok kita habis . Hari itu saya terpukul, tapi nyatanya ia tetap hadir. Setidaknya sampai beberapa saat setelahnya. Saat-...

Logo Mandalawangi

Logo Mandalawangi M&W

Mengintip Travelblog.id: Situs yang Bisa Ngajak Kamu Jalan-Jalan!

Siapa di sini yang suka jalan-jalan? *ngacung* Kayanya semua orang suka ya yang namanya jalan-jalan, apalagi di era sekarang yang semakin mudah untuk cari-cari informasi wisata. Nah, buat kalian yang demen jalan nih, sudah tahu belum sih kalau ada situs yang menyediakan segala info dan cerita perjalanan? Kalau belum tahu, wah sayang sekali! Coba deh kamu buka Travelblog.id . Lewat situs ini, kamu bisa ikut berpartisipasi untuk membagikan cerita atau info perjalanan yang baru aja kamu lakuin, lho ! Di sini, kamu bisa unggah artikel atau video jalan-jalan ala kamu dan akan dapat poin. Nanti poinnya bisa untuk apa? Kamu bisa jalan-jalan! Iya, sekali lagi nih , kamu bisa menukar poin kamu itu untuk jalan-jalan lagi! Setelah jalan-jalan? Bisa buat konten dan unggah lagi deh di situs ini. Gimana caranya tuh ? Mudah banget, kamu tinggal melakukan pendaftaran seperti media sosial pada umumnya, dan voila  bisa deh kamu tulis dan unggah ceritanya. Ah , itu kan juga ada di situs ...

Antara Emansipasi dan Kereta Khusus Perempuan

Beberapa bulan (atau tahun) terakhir ini, saya terusik dengan sesuatu yang punya  embel-embel  “khusus perempuan”. Kereta khusus perempuan atau tempat parkir khusus perempuan, misalnya. Yang  bikin  saya lebih lucu ketika ada Transjakarta khusus perempuan. Bukan cuma sebagian bus, tapi seluruhnya. Sayapun melakukan pengamatan kecil-kecilan tentang hal tersebut. Sebagai pengguna setia kereta sejak 2010, saya akan ambil kasus di kereta. Sepenglihatan saya, banyak  tuh  perempuan yang merasa nyaman dengan “kemanjaan” yang difasilitasi. Ya, menurut saya itu salah satu bentuk kemanjaan. Kenapa? “Ya itu  kan  tujuannya untuk melindungi perempuan, Ren. Soalnya perempuan itu makhluk istimewa yang perlu dilindungi”, kata seorang teman di tahun lalu. Keberadaan kereta khusus perempuan  katanya  dibuat untuk melindungi perempuan dari kasus-kasus yang sering terjadi di belahan dunia manapun, seperti pelecehan seksual. Banyak perempuan pun ...
Hari ini langit Jakarta mendung dan saya tidak semangat bekerja atau mengerjakan tugas akhir saya. Entah kali keberapa, semalam terjadi lagi keheningan panjang yang entah kapan berakhirnya. April sampai Juli ini, mungkin menjadi bulan yang berat untuk saya. Berbagai kejadian menimpa, tapi nampaknya saya tidak banyak belajar. Terus membuat kesalahan yang sama, tanpa sadar. Ketika sadar, sudah terlanjur terjadi dan sulit diperbaiki. Hanya mengurangi kepercayaan kepada saya. Mungkin ini hanya bom waktu, yang menunggu untuk meledak. Menunggu untuk mengakhiri. "Siap?" kata si bom. "Tidak akan pernah".
Kali ini, (hampir) terjadi lagi. Tepat di angka sebelas. Namun kali ini beda dengan yang lalu-lalu. Lebih menyakitkan. Lebih dalam. --- Rabu, 4 April 2018 21:17

Tentang Kita

“Kalo lo mau jalan enak, cari teman jalan yang enak juga.” Ucapan di atas saya ambil dari seorang teman di sekolah menengah yang juga memiliki hobi sama dengan saya; jalan-jalan. Jalan-jalan disini bukan jalan yang keluar masuk  mall  dan membawa beragam kantong ramah lingkungan berisi baju dan kawan-kawannya, tapi saya lebih suka jalan-jalan dengan memanggul tas ransel di punggung saya. Mungkin bagi sebagian orang (terutama dengan adat Timur khas Indonesia yang kental), seorang perempuan  seharusnya  duduk manis di bangku kelas kuliah dengan jurusan yang  alim , yang tidak perlu mengeluarkan banyak keringat, yang tidak perlu bermandikan cahaya matahari ketika bekerja. Ah, tapi saya bosan dengan hal-hal itu,  saya ingin beda dari yang lain!  Awalnya hanya ucapan di awal tulisan dan  ingin berbeda  yang motivasi saya untuk melakukan kegiatan luar ruangan, tapi lama-kelamaan  saya jatuh cinta dengan hal ini . Saya da...

Anak Pesisir

Waktu itu tampak kontras sekali Pasir putih yang mengilau Dan derai ombak yang mengganas Membuat hati siapa pun berdegup kencang Tapi tunggu! Kulihat di situ beberapa bocah Berlari Mencari harta karun layaknya permata Segenggam harapan mereka letakkan di sudut angkasa Di mana pelangi muncul sebagai harapan Harapan untuk memperkokoh; berasaskan persatuan Kesatuan Tanah Air tercinta Berlari. Cepat Cepat sekali Membawa kain Merah Putih kebanggaan Hormat dengan gagah, seakan merekalah sang jantung hati Indah sekali citra itu Aku tak ingin lupa --- Puisi dibuat ketika saya duduk di kelas 6 SD.
Saya kembali mengorbankan satu hal. Saya siap mengorbankan lebih banyak hal. Tapi tolong, jangan jadikan pengorbanan saya kali ini sia-sia.

Di Antara Waktu dan Ruang

Beberapa saat lalu saya pergi ke sebuah pameran arsitektur di kawasan Kota Tua Jakarta bersama seorang teman. Sebenarnya saya sendiri tidak begitu tertarik dengan dunia arsitektur, tapi apa salahnya mencoba kan ? Hitung-hitung dapat pengetahuan baru dan bisa main hehe. Pameran terdiri dari dua lantai. Di lantai kedua, ada karya-karya interaktif yang dapat dimainkan oleh pengunjung. Saya mencoba beberapa permainan yang akhirnya membuat saya bertanya. *** Jika kamu dapat pertanyaan "apa itu ruang?" apa yang akan kamu jawab? Saya pernah bertanya ke beberapa orang tentang hal ini, dan sebagian orang menjawab "ya yang ada dalam bangunan." Berbeda kalau jawaban kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tentu jawabannya adalah  1  sela-sela antara dua (deret) tiang atau sela-sela antara empat tiang (di bawah kolong rumah) ;   2   Fis  rongga yang berbatas atau terlingkung oleh bidang;  3   Fis  rongga yang tidak berbatas, tempa...

Cerita Tentang Seorang Manusia dan Gunung

Tiga hari kebersamaan kita selalu berarti Beban yang kutanggung tak seberapa jika ku bandingkan dengan indahnya diri mu Di tiap sela nafasku aku terdiam Meresapi keindahan yang tersaji -- Indah mu  membuatku egois Aku egois, tidak mengizinkan keindahan mu  dinikmati orang lain Padahal  kamu  sengaja membagi keindahan mu  pada yang lain Aku  pun  tertunduk menyesal -- Gunung , bisakah  kau  kembali seperti dulu? Menyajikan keindahan yang tetap sama seperti saat kita pertama bertemu? Maukah  kamu  tetap berada disana dan tetap berbagi bersamaku yang tetap disini? Karena aku tahu indah mu  sulit untuk dijangkau Untukmu, gunungku, yang akan tetap kunikmati keindahannya meski hanya dari "jauh" Sekretariat Mapala UI Kamis, 16 April 2015, 1:59
malam itu penuh bintang mataku bertemu dengan matanya di bawah sinar bulan aku pun terdiam kelu - saat itu aku sadar bahwa tak mungkin lari mengelak lagi lelah aku dibuatnya aku pun menerima kenyataan - pagi itu aku berjalan menapaki tanah basah sambil menatap langit kelabu yang baru saja meneteskan tangisnya hari ini telah datang berharap dirinya menuturkan ratusan kata - satu langkah lagi ia pun berlalu bagiku melihatnya bagaikan anugrah menggapainya bagaikan imaji - malam ini kembali penuh bintang aku kembali mencari mata yang tak kunjung ku temukan sayang, mataku tak kunjung bertemu lagi dengannya sama seperti hati dan akal yang tak pernah bersinergi - satu lagi hampir pergi meninggalkan ku di tepi canduku tak dapat dipungkiri dari pemilik rindu yang merasa sepi Depok, 30 Desember 2014 teruntuk kamu yang merasa
Saya selalu berada di tengah kebisingan. Dimana semua orang berbicara dan saling beradu. Beradu yang paling keras, beradu agar suaranya didengar. Ribet. *** Dilahirkan dari keluarga yang terbuka  membuat saya selalu berada dalam posisi tersebut. Saya jadi terbiasa  dengan kondisi tersebut dan tanpa disadari membentuk karakter saya. Ekstrovert, terbuka, kalau kata hasil tes IQ. *** Siang itu saya berada di sebuah toko kopi. Sepi sekali, hanya ada saya dan dua orang pengunjung. Saya memilih untuk duduk di smoking area , meskipun saya tidak merokok. Di luar sedang hujan. Saya membaca sebuah buku saat itu. Sambil menikmati kopi panas dan alunan musik dari playlist  di handphone , saya memperhatikan orang-orang berlari disana, berusaha menghindar hujan. Saya hanya tersenyum simpul sambil melihat kelabunya langit. Saya menundukkan kepala dan kembali membaca dalam buku. Tanpa sadar saya terhanyut dalam kesendirian. *** Sebenarnya saya sendiri  nggak...

Awal Baru

Sudah satu tahun sejak terakhir kali saya menuangkan isi pikiran saya di blog. Akhir-akhir ini saya memutuskan untuk membuat sebuah blog baru di WordPress, rencananya akan saya gunakan sebagai sebuah travel blog .  Jadi apa saja yang telah dilewatkan? Agustus 2013. Kehidupan saya sebagai seorang siswa sekolah menengah atas telah resmi berakhir pada 24 Mei 2013, ketika saya dinyatakan lulus di selembar surat. Di hari itu saya menggunakan toga seperti wisudawan-wisudawati di perguruan tinggi. Beberapa hari setelahnya, tepatnya 28 Mei 2013, kembali saya menerima pengumuman yang akan menentukan masa depan saya, pengumuman SNMPTN untuk program studi arkeologi di salah satu universitas negeri bergengsi di Indonesia. Untungnya saya berhasil mendapatkan tulisan berwarna hijau (baca: dinyatakan lulus). Untuk mengawali kehidupan sebagai seorang mahasiswa, saya mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh universitas tersebut, seperti orientasi belajar mahasiswa, orient...