Skip to main content

Posts

Di Perjalanan

Malam gelap hari itu jatuh tanpa bintang. Di lampu merah Tugu Pancoran, kita terdiam. Di atas motor, dengan lagu tren, bersenandung. Diam-diam menelan masam. Di bundaran jalan kita berputar. Berkali-kali sampai pusing. Seperti obrolan yang selalu berputar. Yang akhirnya membuat kita sendiri dalam bising. Dalam secangkir teh hijau susu aku berpikir. Pikiran ruwet, saat hujan di barat Jakarta Selatan. Aku terjerumus dalam sesat pikir. Menganggap kau jelmaan setan. Aku menorehkan gambar di tulang belikat. Menandakan harapan dan berkat. Kau bilang aku nekat. Dan ternyata kau seorang malaikat.

11 Desember 2021

  Akhirnya tiba pada hari kita tersadar, pada asa kita bergantung. Asa memberikan hidup. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Marah, kecewa, sedih. Pada asa kita menyalahkan. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Tubuh adalah jiwa, jiwa adalah tubuh. Dua mata koin yang tak terpisah. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Hidup hanya sekadar, ada yang hampa di dalam. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Jiwa gerangan, butuh sesuatu. Kita memberi makan tubuh, jiwa? Alpa, lapar. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Bincang sejiwa dalam temaram, membiarkan seruak damai. Tubuh payah, jiwa katarsis. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar, dalam kuasa kita bernapsu. Lupa. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar. Manusia hanyalah seonggok daging, dengan ego dan asa. Akhirnya tiba pada hari kita tersadar, tanpa jiwa, kita mati. Berdamai. Yang akan menyatu pada akhirnya. --- Untuk yang masih belum bisa melupakan sesal masa lalu, sematkan maaf dalam diri. Untuk yang masih menyimpan asa, t...

20

Bagiku, tanggal 20-an itu istimewa. Di tanggal 20, aku lahir. Di sekitaran tanggal itu pula kamu melihatku menangis, pertama kalinya. Ada bagian diri yang terpanggil. Di tanggal itu, dalam semangkuk bubur di pagi hari, kau berkisah. Tentang perjalanan, tentang perasaan terpisah. Bagaimana aku bertemu dengan orang-orang baru, indah. Rasanya ingin menambah satu mangkuk bubur yang menghangatkan tubuh. Kamu menyanyikan satu lagu di atas motor. Lagu yang tidak kuketahui, tapi akrab dengan telinga. Di sekitaran tanggal itu kita bernyanyi bersama, dengan sebotol minuman--yang meski tak enak, rasanya tetap membekas di lidah. Di penghujung tanggal 20 kita mengucap perpisahan. Meski tak kurang sebulan setelahnya, kita tetap berjumpa. Menceritakan keresahan hati. Membuatku ingin memeluk, barang menenangkan. Dan siapa sangka, di tanggal 20, jadi saksi terakhir kita juga.

Untuk Jiwa yang Datang dan Bimbang

Awalnya datang ketika matahari meninggi. Membangkitkan diri yang terpendam bertahun-tahun. Membawa kembali jiwa yang berkelana. Bincang sejiwa memecah hujan dan malam. Mata memanas, hati katarsis. Menit, jam, hari terlampau singkat. Masih ada yang membekas dalam diri; kecewa, rampang. Entah. Nyatanya, kita belum usai dengan diri. Hari demi hari akan datang. Berharap semua dapat selesai. Hingga bab baru dapat dimulai. Malam itu hujan turun. Ada bara yang tersisa, ketika perapian hampir padam. Ditiup, semakin menyala. Batang rokok hampir menjadi puntung. Abunya jatuh bersama dengan tangis dan senyum. Pada hisapan terakhir, harapan berbisik; "semoga segera berdamai dan kita bisa kembali menyatu dengan jiwa". --- 27 Oktober 2021, satu hari setelah kita berbincang hangat dan membiarkan sedih mengisi percakapan dan chat sejak malam sebelumnya, membiarkan batang rokok kita habis . Hari itu saya terpukul, tapi nyatanya ia tetap hadir. Setidaknya sampai beberapa saat setelahnya. Saat-...

Logo Mandalawangi

Logo Mandalawangi M&W

Mengintip Travelblog.id: Situs yang Bisa Ngajak Kamu Jalan-Jalan!

Siapa di sini yang suka jalan-jalan? *ngacung* Kayanya semua orang suka ya yang namanya jalan-jalan, apalagi di era sekarang yang semakin mudah untuk cari-cari informasi wisata. Nah, buat kalian yang demen jalan nih, sudah tahu belum sih kalau ada situs yang menyediakan segala info dan cerita perjalanan? Kalau belum tahu, wah sayang sekali! Coba deh kamu buka Travelblog.id . Lewat situs ini, kamu bisa ikut berpartisipasi untuk membagikan cerita atau info perjalanan yang baru aja kamu lakuin, lho ! Di sini, kamu bisa unggah artikel atau video jalan-jalan ala kamu dan akan dapat poin. Nanti poinnya bisa untuk apa? Kamu bisa jalan-jalan! Iya, sekali lagi nih , kamu bisa menukar poin kamu itu untuk jalan-jalan lagi! Setelah jalan-jalan? Bisa buat konten dan unggah lagi deh di situs ini. Gimana caranya tuh ? Mudah banget, kamu tinggal melakukan pendaftaran seperti media sosial pada umumnya, dan voila  bisa deh kamu tulis dan unggah ceritanya. Ah , itu kan juga ada di situs ...

Antara Emansipasi dan Kereta Khusus Perempuan

Beberapa bulan (atau tahun) terakhir ini, saya terusik dengan sesuatu yang punya  embel-embel  “khusus perempuan”. Kereta khusus perempuan atau tempat parkir khusus perempuan, misalnya. Yang  bikin  saya lebih lucu ketika ada Transjakarta khusus perempuan. Bukan cuma sebagian bus, tapi seluruhnya. Sayapun melakukan pengamatan kecil-kecilan tentang hal tersebut. Sebagai pengguna setia kereta sejak 2010, saya akan ambil kasus di kereta. Sepenglihatan saya, banyak  tuh  perempuan yang merasa nyaman dengan “kemanjaan” yang difasilitasi. Ya, menurut saya itu salah satu bentuk kemanjaan. Kenapa? “Ya itu  kan  tujuannya untuk melindungi perempuan, Ren. Soalnya perempuan itu makhluk istimewa yang perlu dilindungi”, kata seorang teman di tahun lalu. Keberadaan kereta khusus perempuan  katanya  dibuat untuk melindungi perempuan dari kasus-kasus yang sering terjadi di belahan dunia manapun, seperti pelecehan seksual. Banyak perempuan pun ...