Skip to main content

Posts

Kali ini, (hampir) terjadi lagi. Tepat di angka sebelas. Namun kali ini beda dengan yang lalu-lalu. Lebih menyakitkan. Lebih dalam. --- Rabu, 4 April 2018 21:17

Tentang Kita

“Kalo lo mau jalan enak, cari teman jalan yang enak juga.” Ucapan di atas saya ambil dari seorang teman di sekolah menengah yang juga memiliki hobi sama dengan saya; jalan-jalan. Jalan-jalan disini bukan jalan yang keluar masuk  mall  dan membawa beragam kantong ramah lingkungan berisi baju dan kawan-kawannya, tapi saya lebih suka jalan-jalan dengan memanggul tas ransel di punggung saya. Mungkin bagi sebagian orang (terutama dengan adat Timur khas Indonesia yang kental), seorang perempuan  seharusnya  duduk manis di bangku kelas kuliah dengan jurusan yang  alim , yang tidak perlu mengeluarkan banyak keringat, yang tidak perlu bermandikan cahaya matahari ketika bekerja. Ah, tapi saya bosan dengan hal-hal itu,  saya ingin beda dari yang lain!  Awalnya hanya ucapan di awal tulisan dan  ingin berbeda  yang motivasi saya untuk melakukan kegiatan luar ruangan, tapi lama-kelamaan  saya jatuh cinta dengan hal ini . Saya da...

Anak Pesisir

Waktu itu tampak kontras sekali Pasir putih yang mengilau Dan derai ombak yang mengganas Membuat hati siapa pun berdegup kencang Tapi tunggu! Kulihat di situ beberapa bocah Berlari Mencari harta karun layaknya permata Segenggam harapan mereka letakkan di sudut angkasa Di mana pelangi muncul sebagai harapan Harapan untuk memperkokoh; berasaskan persatuan Kesatuan Tanah Air tercinta Berlari. Cepat Cepat sekali Membawa kain Merah Putih kebanggaan Hormat dengan gagah, seakan merekalah sang jantung hati Indah sekali citra itu Aku tak ingin lupa --- Puisi dibuat ketika saya duduk di kelas 6 SD.
Saya kembali mengorbankan satu hal. Saya siap mengorbankan lebih banyak hal. Tapi tolong, jangan jadikan pengorbanan saya kali ini sia-sia.

Di Antara Waktu dan Ruang

Beberapa saat lalu saya pergi ke sebuah pameran arsitektur di kawasan Kota Tua Jakarta bersama seorang teman. Sebenarnya saya sendiri tidak begitu tertarik dengan dunia arsitektur, tapi apa salahnya mencoba kan ? Hitung-hitung dapat pengetahuan baru dan bisa main hehe. Pameran terdiri dari dua lantai. Di lantai kedua, ada karya-karya interaktif yang dapat dimainkan oleh pengunjung. Saya mencoba beberapa permainan yang akhirnya membuat saya bertanya. *** Jika kamu dapat pertanyaan "apa itu ruang?" apa yang akan kamu jawab? Saya pernah bertanya ke beberapa orang tentang hal ini, dan sebagian orang menjawab "ya yang ada dalam bangunan." Berbeda kalau jawaban kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tentu jawabannya adalah  1  sela-sela antara dua (deret) tiang atau sela-sela antara empat tiang (di bawah kolong rumah) ;   2   Fis  rongga yang berbatas atau terlingkung oleh bidang;  3   Fis  rongga yang tidak berbatas, tempa...

Cerita Tentang Seorang Manusia dan Gunung

Tiga hari kebersamaan kita selalu berarti Beban yang kutanggung tak seberapa jika ku bandingkan dengan indahnya diri mu Di tiap sela nafasku aku terdiam Meresapi keindahan yang tersaji -- Indah mu  membuatku egois Aku egois, tidak mengizinkan keindahan mu  dinikmati orang lain Padahal  kamu  sengaja membagi keindahan mu  pada yang lain Aku  pun  tertunduk menyesal -- Gunung , bisakah  kau  kembali seperti dulu? Menyajikan keindahan yang tetap sama seperti saat kita pertama bertemu? Maukah  kamu  tetap berada disana dan tetap berbagi bersamaku yang tetap disini? Karena aku tahu indah mu  sulit untuk dijangkau Untukmu, gunungku, yang akan tetap kunikmati keindahannya meski hanya dari "jauh" Sekretariat Mapala UI Kamis, 16 April 2015, 1:59
malam itu penuh bintang mataku bertemu dengan matanya di bawah sinar bulan aku pun terdiam kelu - saat itu aku sadar bahwa tak mungkin lari mengelak lagi lelah aku dibuatnya aku pun menerima kenyataan - pagi itu aku berjalan menapaki tanah basah sambil menatap langit kelabu yang baru saja meneteskan tangisnya hari ini telah datang berharap dirinya menuturkan ratusan kata - satu langkah lagi ia pun berlalu bagiku melihatnya bagaikan anugrah menggapainya bagaikan imaji - malam ini kembali penuh bintang aku kembali mencari mata yang tak kunjung ku temukan sayang, mataku tak kunjung bertemu lagi dengannya sama seperti hati dan akal yang tak pernah bersinergi - satu lagi hampir pergi meninggalkan ku di tepi canduku tak dapat dipungkiri dari pemilik rindu yang merasa sepi Depok, 30 Desember 2014 teruntuk kamu yang merasa