Skip to main content

Posts

Cerita Tentang Seorang Manusia dan Gunung

Tiga hari kebersamaan kita selalu berarti Beban yang kutanggung tak seberapa jika ku bandingkan dengan indahnya diri mu Di tiap sela nafasku aku terdiam Meresapi keindahan yang tersaji -- Indah mu  membuatku egois Aku egois, tidak mengizinkan keindahan mu  dinikmati orang lain Padahal  kamu  sengaja membagi keindahan mu  pada yang lain Aku  pun  tertunduk menyesal -- Gunung , bisakah  kau  kembali seperti dulu? Menyajikan keindahan yang tetap sama seperti saat kita pertama bertemu? Maukah  kamu  tetap berada disana dan tetap berbagi bersamaku yang tetap disini? Karena aku tahu indah mu  sulit untuk dijangkau Untukmu, gunungku, yang akan tetap kunikmati keindahannya meski hanya dari "jauh" Sekretariat Mapala UI Kamis, 16 April 2015, 1:59
malam itu penuh bintang mataku bertemu dengan matanya di bawah sinar bulan aku pun terdiam kelu - saat itu aku sadar bahwa tak mungkin lari mengelak lagi lelah aku dibuatnya aku pun menerima kenyataan - pagi itu aku berjalan menapaki tanah basah sambil menatap langit kelabu yang baru saja meneteskan tangisnya hari ini telah datang berharap dirinya menuturkan ratusan kata - satu langkah lagi ia pun berlalu bagiku melihatnya bagaikan anugrah menggapainya bagaikan imaji - malam ini kembali penuh bintang aku kembali mencari mata yang tak kunjung ku temukan sayang, mataku tak kunjung bertemu lagi dengannya sama seperti hati dan akal yang tak pernah bersinergi - satu lagi hampir pergi meninggalkan ku di tepi canduku tak dapat dipungkiri dari pemilik rindu yang merasa sepi Depok, 30 Desember 2014 teruntuk kamu yang merasa
Saya selalu berada di tengah kebisingan. Dimana semua orang berbicara dan saling beradu. Beradu yang paling keras, beradu agar suaranya didengar. Ribet. *** Dilahirkan dari keluarga yang terbuka  membuat saya selalu berada dalam posisi tersebut. Saya jadi terbiasa  dengan kondisi tersebut dan tanpa disadari membentuk karakter saya. Ekstrovert, terbuka, kalau kata hasil tes IQ. *** Siang itu saya berada di sebuah toko kopi. Sepi sekali, hanya ada saya dan dua orang pengunjung. Saya memilih untuk duduk di smoking area , meskipun saya tidak merokok. Di luar sedang hujan. Saya membaca sebuah buku saat itu. Sambil menikmati kopi panas dan alunan musik dari playlist  di handphone , saya memperhatikan orang-orang berlari disana, berusaha menghindar hujan. Saya hanya tersenyum simpul sambil melihat kelabunya langit. Saya menundukkan kepala dan kembali membaca dalam buku. Tanpa sadar saya terhanyut dalam kesendirian. *** Sebenarnya saya sendiri  nggak...

Awal Baru

Sudah satu tahun sejak terakhir kali saya menuangkan isi pikiran saya di blog. Akhir-akhir ini saya memutuskan untuk membuat sebuah blog baru di WordPress, rencananya akan saya gunakan sebagai sebuah travel blog .  Jadi apa saja yang telah dilewatkan? Agustus 2013. Kehidupan saya sebagai seorang siswa sekolah menengah atas telah resmi berakhir pada 24 Mei 2013, ketika saya dinyatakan lulus di selembar surat. Di hari itu saya menggunakan toga seperti wisudawan-wisudawati di perguruan tinggi. Beberapa hari setelahnya, tepatnya 28 Mei 2013, kembali saya menerima pengumuman yang akan menentukan masa depan saya, pengumuman SNMPTN untuk program studi arkeologi di salah satu universitas negeri bergengsi di Indonesia. Untungnya saya berhasil mendapatkan tulisan berwarna hijau (baca: dinyatakan lulus). Untuk mengawali kehidupan sebagai seorang mahasiswa, saya mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh universitas tersebut, seperti orientasi belajar mahasiswa, orient...

Desember

"Jadi, apakah aku harus menjadi pelangi yang selalu setia menunggu hujan reda?" P.S: Buat galau, selalu berhasil yeahaha :')

Rainbow Warrior

hanya ingin berbagi kebaikan yeahaha :) Semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi bagian dari organisasi pencinta lingkungan. Amiinnn