Skip to main content

Posts

Ilusi?

SIA - SIA karya: Chairil Anwar Penghabisan kali itu kau datang Membawaku kembang berkarang Mawar merah dan melati putih Darah dan Suci Kau tebarkan depanku Serta pandang yang memastikan: untukmu. Lalu kita sama termangu Saling bertanya: apakah ini? Cinta? Kita berdua tak mengerti Sehari kita bersama. Tak hampir- menghampiri Ah! Hatiku yang tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi. Februari 1943 -------------------------------------------------------- " We live alone, we die alone. Everything else is just an illusion . It used to keep me up at night. We all die alone. So, why am I supposed to spend my life working, sweating, struggling? For an illusion? Because no amount of friends, no girl, no assignments about conjugating the pluperfect or determining the square root of the hypotenuse is gonna help me avoid my fate. I have better things to do with my time. " - George Zinavoy (The Art of Getting By)  "Semuanya palsu di dunia ini, tanpa harus menjadi jahat...
Short and quick post before final exam. It's only a few days to final exam. Tomorrow is school-final exam. D-33 (or 34) national-final exam. Wish us luck, so we can go to our next step. Good luck, GONZAGA #24. Do (y)our best. AMDG :)

Rectoverso

Halo. Kembali di blog ini. Kali ini gue ingin me-review buku yang baru kemarin selesai gue baca: RECTOVERSO karya Dewi Lestari. Entah kenapa, gue kurang suka dengan seri Supernova-nya. Gue justru lebih suka buku-bukunya yang kumpulan cerpen; Filosofi Kopi, Madre, dan Rectoverso. Jadi, Rectoverso ini berisi 11 cerita pendek dan 11 lagu karya Dewi Lestari. Seperti judulnya Rectoverso: Sentuh Hati Dari Dua Sisi, sambil baca buku ini ada baiknya juga kita denger musik-musik dari Dee. Salah satu lagunya yang populer adalah Malaikat Juga Tahu. Dari genre bukunya, ga begitu jauh beda dengan buku-bukunya yang lain. Dan seperti biasa, buku Dewi Lestari selalu berhasil buat gue menitikan air mata (baca: nangis). Ya, selalu. Ini review singkat beberapa cerpen pilihan gue yea. CURHAT BUAT SAHABAT Kadang orang berpikir terlalu jauh, apa sih yang bisa bikin pasangan kita bahagia? Di cerita ini membuktikan, kadang ternyata  keinginan pasangan agar dia bahagia itu tidaklah serumit y...

Sekedar Kata

"Who should be blamed when a leaf fell from a tree? Is it the wind that blew it away? Or the tree that let it go? Or is it the leaf who grew tired holding on?" ////////////////////////////////////////////////////////////////////// Lelah. Rasanya aku ingin telanjang. Tanpa dikira pelacur. Atau dihakimi. Ingin teriak hingga dada ini sesak. Tanpa disuruh diam. Dan aku bermaksud untuk mendustai itu, jika kenyataan mengizinkannya.

What's New?

Hey people! Setelah beberapa hari ga buka blog, bahkan megang laptop aja nggak, akhirnya hari ini punya alibi untuk buka laptop! Alibinya apalagi kalo bukan untuk buka email dari guru tentang kisi-kisi ujian sekolah :P 48 hari menuju final exam. Cepat. S angat. Serbuan try out, ujian, menyerbu bersamaan. Terpaan "angin" juga datang menggoyahkan. Shock. Stress. Apa ya kata yang tepat untuk mendeskrispsikannya? Lelah? Ya. Atau mungkin bosan? Ya. Depresi? Gak juga sih. Lelah dengan keadaan. Bosan dengan rutinitas. Bahkan mendapatkan kata yang tepat untuk mendeskripskannya saja bingung. Satu-satunya yang bisa dilakukan hanya mengikuti alur. Membiarkan diri mengikuti semua prosedur yang ada. Rasanya "gak gue banget". Dan setiap mencoba beralih, dia tetap ada disana. Dia tanpa mencoba, tapi berhasil. Sial. Hanya itu kata yang dapat terucap.

Guruji

Sebuah cerpen karya Dewi Lestari. Ada yang janggal dari wajahmu , tapi aku tak pernah memberi tahu. Jejak cambangmu yang kehijauan setelah habis bercukur. Itu aneh. Kulitmu bening bersemu merah seperti bayi, bibirmu merah berkilap seperti dioles gincu, dan kacamata itu hadir sedemikian rupa membuatmu seperti anak baru lulus sekolah dasar. Kamu tak seharusnya memiliki cambang. Aku yang lebih pantas. Tapi hidup terkadang buta menentukan siapa yang layak dan tidak. Kamu selalu membuatku merasa kurang perempuan. Ada yang mengganjalku sejak dulu, tapi aku tak pernah memberi tahu. Dulu aku menduga kamu banci. Kamu terlalu ramah dan hangat untuk seorang laki-laki. Berbicara denganmu mengundang sampah hatiku untuk muntah keluar. Sesama perempuan dengan mudah menjadi pencahar rahasia dan gelisahku. Tapi tidak pernah laki-laki. Kamu menelanjangiku tanpa penawar rasa malu. Dan kendati aku ingin menempel padamu seperti benalu, mengisap balik rahasia dan gelisahmu, satu kali pun belum pernah ...

Thursday, 14th February 2013

I'm losing the ones I love, the ones that promised me they'll stay when I need them, the ones that I used to know so much I thought that we were on the same skin, the ones whom once said will never be as far as they are right now.  I've always known this kind of day would stick around, that one day when I feel like I'm all alone and I just can't seem to bear anything on my own. Like I need attention, and I want everyone to feel sorry for me. I just probably need a gentle pat and a meaningful hug from everyone I know, as their sign of true apology and farewell. But everyone I know here are strangers, how can I feel you when I barely know you as a friend? I hate adapting . I hate adapting to replace such good memories of them in my head. I love meeting and falling in love with another person, but it feels bad. This is the part that I always hate:  changing . /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ...